Lewat LAPS SJK

“Hingga warga semakin lebih gampang mengontak dan penuntasan perselisihan semakin lebih cepat sebab sudah terpusat. Ingat makin bertambahnya produk keuangan yang hybrid,” terang Sekar dalam tayangan jurnalis sah yang diedarkan OJK, Senin (30/11/2020). Situs Slot Online Terpercaya

Dalam Ketentuan OJK mengenai Pelindungan Customer Bidang Layanan Keuangan, ditata jika tiap Instansi Layanan Keuangan (LJK) harus mempunyai unit kerja dan atau peranan dan proses servis dan penuntasan aduan untuk customer.

Bila penuntasan aduan di LJK tidak capai persetujuan hingga muncul perselisihan, customer bisa lakukan usaha penuntasan perselisihan di luar pengadilan atau lewat pengadilan. Penuntasan perselisihan di luar pengadilan bisa dikerjakan lewat Instansi Pilihan Penuntasan Perselisihan Bidang Layanan Keuangan (LAPS SJK).

Berdasarkan catatan OJK, LAPS SJK bisa memberi beberapa faedah. Salah satunya:

1) Memberi service penuntasan perselisihan bidang layanan keuangan yang profesional, dapat dipercaya dan mandiri,

2) Tingkatkan aksesbilitas Customer dan Warga dalam penuntasan perselisihan terutamanya berkaitan produk yang memiliki sifat hybrid,

3) Tingkatkan keyakinan Customer dan Warga pada industri layanan keuangan,

4) Membuat standarisasi proses pengerjaan perselisihan di bidang layanan keuangan.

Seperti; Perbankan, Pasar Modal, Modal Ventura, Dana Pensiun, Peransurasian, Penjaminan, Penjaminan, dan Financial Technology (Fintech).

Terjaganya NPL dan NPF banyak didukung peraturan restrukturisasi credit dan pembiayaan. Sampai 26 Oktober, realisasi restrukturisasi credit capai Rp 932,4 triliun untuk 7,53 juta debitur perbankan. Terbagi dalam restrukturisasi credit UMKM Rp 369,8 triliun untuk 5,84 juta debitur dan non-UMKM sebesar Rp 562,5 triliun untuk 1,69 juta debitur.

Realisasi restrukturisasi pembiayaan sampai 17 November capai Rp 181,3 triliun untuk 4,87 juta kontrak. Sesaat resiko nilai ganti perbankan bisa dijaga pada tingkat yang rendah nampak dari rasio Status Devisa Neto (PDN) Agustus 2020 sejumlah 2,31 %, jauh di bawah tingkat batasan ketetapan sejumlah 20 %.

 

 

error: Content is protected !!